Pilihan Bahasa ID | EN
Tanggal : 2012-05-19 08:56:19

Kesehatan


KESEHATAN


  • KESEHATAN

Jumlah Balita yang ditimbang adalah sebanyak 82.098 orang. Dari jumlah tersebut, sebesar 92,70% dalam keadaan gizi baik, 0,37% gizi buruk, 5,18% gizi kurang dan 1,74% gizi lebih. Selain keadaan gizi balita, juga disajikan data terkait kondisi kesehatan ibu, kesehatan keluarga miskin, dan kesehatan orang lanjut usia.

Jumlah total pos pelayanan terpadu (Posyandu) berjumlah 771 unit yang terdiri dari Posyandu Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri dengan 4.127 orang kader aktif. Selain itu juga terdapat 108 pos pembinaan terpadu (Posbindu) dengan 501 orang kader aktif.

  • KELUARGA BERENCANA DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

Petugas Keluarga Berencana (KB) berjumlah 48 orang yang terdiri dari 24 orang dokter dan 24 orang bidan. Selain petugas KB, juga terdapat institusi masyarakat dalam kegiatan KB. Jumlah peserta KB baru adalah sebesar 10.522 peserta atau 56,52% dari total perkiraan permintaan masyarakat (PPM) sedangkan jumlah peserta KB aktif adalah sebesar 120.081 peserta atau 63,37% dari total pasangan usia subur. 

Berdasarkan tingkat kesejahteraan, jumlah keluarga dengan tingkat kesejahteraan Pra Sejahtera adalah sebesar 8.789 Keluarga atau 3,65% dari total 24.700 keluarga, sedangkan tingkat kesejahteraan KS I adalah sebesar 39.319 Keluarga atau 16,34%. Sisanya, yaitu sebanyak 192.592 Keluarga atau 80,01% adalah Keluarga Sejahtera Tahap II, Tahap III dan Tahap III Plus.
Berdasarkan validasi data Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2008, jumlah rumah tangga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kota Tangerang Selatan adalah sebanyak 19.104 RT. Jumlah penerima paling banyak di Pamulang yaitu sebanyak 5.963 rumah tangga, sedangkan paling sedikit di Ciputat Timur yaitu sebanyak 1.685 rumah tangga. 
Dapat terjadi perbedaan angka antara masyarakat miskin dalam BLT dengan masyarakat miskin berdasarkan tingkat kesejahteraan BKKBN karena terdapat perbedaan kriteria dan kategori dalam penentuan kelompok masyarakat miskin. Rumah tangga penerima BLT ditentukan berdasarkan 14 variabel dan diklasifikasikan ke dalam 3 kategori yaitu Sangat Miskin, Miskin dan Mendekati Miskin. Tingkat kesejahteraan keluarga terbagi ke dalam 5 kategori yaitu Keluarga Pra Sejahtera, Sejahtera Tahap I, Sejahtera Tahap II, Tahap III dan Tahap III Plus. 
Empat belas (14) variabel  kemiskinan rumah tangga penerima BLT adalah sebagai berikut:
  1. Luas lantai tempat tinggal kurang dari 8 m2 per kapita
  2. Jenis lantai berupa tanah, bambu atau kayu murahan
  3. Dinding bangunan berupa bambu, rumbia, kayu kualitas rendah dan tembok tanpa plester
  4. Tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar atau berbagi dengan rumah tangga lain
  5. Sumber penerangan rumah tangga bukan listrik
  6. Sumber air minum berupa sumur, mata air tidak terlindung, sungai atau air hujan
  7. Bahan bakar untuk masak berupa kayu bakar, arang atau minyak tanah
  8. Konsumsi daging/ayam per minggu satu kali atau tidak mengkonsumsi
  9. Pembelian pakaian baru setiap anggota rumah tangga dalam setahun sebanyak satu stel atau tidak membeli
  10. Frekuensi makan dalam sehari untuk setiap anggota rumah tangga adalah 1 kali atau 2 kali
  11. Tidak mampu membayar untuk berobat ke Puskesmas/Poliklinik
  12. Lapangan pekerjaan utama kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan kurang dari 0,5 Ha, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lain dengan pendapatan rumah tangga kurang dari Rp.600 ribu per bulan
  13. Kepala rumah tangga memiiliki tingkat pendidikan tidak sekolah, tidak tamat SD, atau tamat SD
  14. Pemilikan asset / harta bergerakk / harta tidak bergerak, tidak mempunyai tabungan atau barang yang mudah dijual dengan nilai kurang dari Rp.500 ribu seperti sepeda motor, emas, perhiasan, ternak, kapal/perahu motor atau barang mpdal lainnya.

Kategori-kategori dalam penentuan penerima BLT adalah:

  1. Sangat Miskin : memenuhi 14 variabel kemiskinan
  2. Miskin : memenuhi 11-13 variabel kemiskinan
  3. Hampir miskin : memenuhi 9-10 variabel kemiskinan
  4. Tidak layak menerima BLT : memenuhi ?8 variabel kemiskinan

Indikator tingkat kesejahteraan keluarga BKKBN adalah sebagai berikut:

  • Keluarga Pra Sejahtera (Sering dikelompokkan sebagai "Sangat Miskin")

Belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator yang meliputi:

a. Indikator Ekonomi

- Makan dua kali atau lebih sehari

- Memiliki pakaian yang berbeda untuk aktivitas (misalnya di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian)

- Bagian terluas lantai rumah bukan dari tanah

b. Indikator Non-Ekonomi

- Melaksanakan ibadah

- Bila anak sakit dibawa ke sarana kesehatan.

  • Keluarga Sejahtera I (sering dikelompokkan sebagai "Miskin:)

Adalah keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi:

a. Indikator Ekonomi   

- Paling kurang sekali seminggu keluarga makan daging atau ikan atau telor

- Setahun terakhir seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru

- Luas lantai rumah paling kurang 8 m untuk tiap penghuni

b. Indikator Non-Ekonomi

- Ibadah teratur

- Sehat tiga bulan terakhir

- Punya penghasilan tetap

- Usia 10-60 tahun dapat baca tulis huruf latin

- Usia 6-15 tahun bersekolah

- Anak lebih dari 2 orang, ber-KB

  • Keluarga Sejahtera II

Adalah keluarga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi:

- Memiliki tabungan keluarga

- Memiliki tabungan keluarga

- Makan bersama sambil berkomunikasi

- Mengikuti kegiatan masyarakat

- Rekreasi bersama (6 bulan sekali)

- Meningkatkan pengetahuan agama

- Memperoleh berita dari surat kabar, radio, TV, dan majalah

- Menggunakan sarana transportasi

  • Keluarga Sejahtera III

Sudah dapat memenuhi beberapa indikator, meliputi

- Memiliki tabungan keluarga

- Makan bersama sambil berkomunikasi

- Mengikuti kegiatan masyarakat

- Rekreasi bersama (6 bulan sekali)

- Meningkatkan pengetahuan agama

- Memperoleh berita dari surat kabar, radio, TV, dan majalah

- Menggunakan sarana transportasi

- Aktif memberikan sumbangan material secara teratur

- Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan.

  • Keluarga Sejahtera III Plus

Sudah dapat memenuhi beberapa indikator meliputi :

- Aktif memberikan sumbangan material secara teratur

- Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan.

 

 

 

 
Copyright © 2011
Situs Resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dilindungi oleh Undang-undang.
Dikelola oleh Bagian Pengelola Teknologi Informasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Email:info@tangerangselatankota.go.id