Pilihan Bahasa ID | EN

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include(menu2.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory

Filename: core/header.php

Line Number: 73

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: include() [function.include]: Failed opening 'menu2.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php')

Filename: core/header.php

Line Number: 73

Tanggal : 2014-09-15 08:59:35

Gambaran Umum Kota Tangerang Selatan


Letak Geografis dan Luas Wilayah
Kota Tangerang Selatan terletak di bagian timur Provinsi Banten yaitu pada titik koordinat 106'38' - 106'47’ Bujur Timur dan 06'13'30' - 06'22'30' Lintang Selatan dan secara administratif terdiri dari 7 (tujuh) kecamatan, 49 (empat puluh sembilan) kelurahan dan 5 (lima) desa dengan luas wilayah 147,19 Km2 atau 14.719 Ha.
Batas wilayah Kota Tangerang Selatan adalah sebagai berikut:

  • Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Tangerang
  • Sebelah timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta & Kota Depok
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor & Kota Depok
  • Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tangerang

Wilayah Kota Tangerang Selatan diantaranya dilintasi oleh Kali Angke, Kali Pesanggrahan dan Sungai Cisadane sebagai batas administrasi kota di sebelah barat. Letak geografis Kota Tangerang Selatan yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta pada sebelah utara dan  timur memberikan peluang pada Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu daerah penyangga provinsi DKI Jakarata, selain itu juga sebagai daerah  yang menghubungkan Provinsi Banten dengan  Provinsi DKI Jakarta.  Selain itu, Kota Tangerang Selatan juga menjadi salah satu daerah yang menghubungkan Provinsi Banten dengan Provinsi Jawa Barat.


Luas wilayah masing-masing kecamatan tertera dalam Tabel 2.2. Kecamatan dengan wilayah paling besar adalah Pondok Aren dengan luas 2.988 Ha atau 20,30% dari luas keseluruhan Kota Tangerang Selatan, sedangkan kecamatan dengan luas paling kecil adalah Setu dengan luas 1.480 Ha atau 10,06%.


Topografi (Ketinggian dan Kemiringan)
Sebagian besar wilayah Kota Tangerang Selatan merupakan dataran rendah dan memiliki topografi yang relatif datar dengan kemiringan tanah rata-rata 0 – 3% sedangkan ketinggian wilayah antara 0 – 25 m dpl.
Untuk kemiringan garis besar terbagi dari 2 (dua) bagian, yaitu :

  • Kemiringan antara 0 – 3% meliputi Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, Kecamatan Pamulang, Kecamatan Serpong dan Kecamatan Serpong Utara.
  • Kemiringan antara 3 – 8% meliputi Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Setu.

Geologi dan Jenis Tanah
Kota Tangerang Selatan merupakan daerah yang  relatif datar. Beberapa kecamatan memiliki lahan yang bergelombang seperti di perbatasan antara Kecamatan Setu dan Kecamatan Pamulang serta sebagian di Kecamatan Ciputat Timur. Kondisi geologi Kota Tangerang Selatan umumnya adalah batuan alluvium, yang terdiri dari batuan lempung, lanau, pasir, kerikil, kerakal dan bongkah. Jenis batuan ini mempunyai tingkat kemudahan dikerjakan atau workability yang baik sampai sedang, unsur ketahanan terhadap erosi cukup baik oleh karena itu wilayah Kota Tangerang Selatan masih cukup layak untuk kegiatan perkotaan.
Dilihat dari sebaran jenis tanahnya, pada umumnya di Kota Tangerang Selatan berupa asosiasi latosol merah dan latosol coklat kemerahan yang secara umum cocok untuk pertanian/perkebunan. Meskipun demikian, dalam kenyataannya makin banyak yang berubah penggunaannya untuk kegiatan lainnya yang bersifat non-pertanian. Untuk sebagian wilayah seperti Kecamatan Serpong dan Kecamatan Setu, jenis tanah ada yang mengandung pasir khususnya untuk wilayah yang dekat dengan Sungai Cisadane.


Keadaan Iklim
Keadaan iklim didasarkan pada penelitian di Stasiun Geofisika Klas I Tangerang pada tahun 2010, yaitu berupa data temperatur (suhu) udara, kelembaban udara dan intensitas matahari, curah hujan dan rata-rata kecepatan angin. Temperatur udara berada disekitar 23,4°C – 34,2°C dengan temperatur udara minimum berada di bulan Oktober sebesar 23,4°C dan temperatur udara maksimum di bulan Februari yaitu sebesar 34,2°C. Rata-rata kelembaban udara adalah 80,0% sedangkan intensitas matahari adalah 49,0%. Keadaan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari, yaitu 264,4 mm, sedangkan rata-rata curah hujan dalam setahun adalah 154,9 mm. Hari hujan tertinggi pada bulan Desember dengan hari hujan sebanyak 19 hari. Rata-rata kecepatan angin dalam setahun adalah 4,9 Km/jam dan kecepatan maksimum rata-rata 38,3 Km/jam.

 

 

 

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Kota Tangerang Selatan mempunyai perangkat daerah antara lain kecamatan yang terdiri dari beberapa desa/ kelurahan. Kota Tangerang Selatan terdiri dari 7 (tujuh kecamatan) dengan kelurahan sebanyak 49 (empat puluh sembilan) dan desa sebanyak 5 (lima). Rukun warga (RW) sebanyak 686 dan Rukun Tetangga sebanyak 3.535. Kecamatan dengan jumlah kelurahan/ desa terbanyak adalah Pondok Aren dengan 11 kelurahan.


Organisasi Perangkat  Daerah
Sejak dibentuknya Pemerintah Kota Tangerang Selatan, susunan organisasi pemerintahan daerah sudah mengalami beberapa kali perubahan. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Tangerang Selatan terdiri dari Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI, Inspektorat, Satuan Polisi Pamong Praja, 7 badan, 13 dinas, 5 kantor, 7 kecamatan, dan 1 Rumah Sakit Umum Daerah.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Tangerang Selatan Tahun 2011

  1. Sekretariat Daerah
  2. Sekretariat DPRD
  3. Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI
  4. Inspektorat Kota
  5. Dinas Pendidikan
  6. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
  7. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
  8. Dinas Kesehatan
  9. Dinas Perindustrian dan Perdagangan
  10. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
  11. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  12. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
  13. Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman
  14. Dinas Pemuda dan Olahraga
  15. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
  16. Dinas Tata Kota, Bangunan dan Permukiman
  17. Dinas Sosial, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi
  18. Satuan Polisi Pamong Praja
  19. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  20. Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana
  21. Badan Lingkungan Hidup Daerah
  22. Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat
  23. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
  24. Badan Pelayanan Perijinan Terpadu
  25. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
  26. Kantor Pemadam Kebakaran
  27. Kantor Arsip Daerah
  28. Kantor Kebudayaan dan Pariwisata
  29. Kantor Penanaman Modal Daerah
  30. Kantor Perpustakaan Daerah
  31. Kecamatan Serpong
  32. Kecamatan Serpong Utara
  33. Kecamatan Pondok Aren
  34. Kecamatan Ciputat
  35. Kecamatan Ciputat Timur
  36. Kecamatan Pamulang
  37. Kecamatan Setu
  38. Rumah Sakit Umum Daerah

Sumber: Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan

 

Kependudukan
Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2010 oleh BPS Kota Tangerang Selatan jumlah penduduk Kota Tangerang Selatan adalah 1.290.322 jiwa  pada tahun 2010. Penduduk berjenis kelamin laki-laki sebesar 652.281 jiwa sedangkan perempuan 638.041 jiwa. Rasio jenis kelamin adalah sebesar 102,23, yang menunjukkan bahwa jumlah laki-laki sedikit lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan (Tabel 2.6).

 


Dengan luas wilayah 147,19 Km2, kepadatan penduduk Kota mencapai 8.766 orang/Km2. Kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Ciputat Timur yaitu 11.589 orang/Km2 sedangkan kepadatan terendah di Kecamatan Setu yaitu 4.475 orang/Km2.
Kepadatan penduduk yang tinggi disebabkan kecenderungan peningkatan jumlah penduduk dari waktu ke waktu, yang bukan hanya disebabkan oleh pertambahan secara alamiah, tetapi juga tidak terlepas dari kecenderungan masuknya para migran yang disebabkan oleh daya tarik Kota Tangerang Selatan seperti banyaknya perumahan-perumahan baru yang dibangun sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Jakarta dan menjadi limpahan penduduk dari Kota Jakarta. Hal tersebut akan menyebabkan dibutuhkannya ruang yang memadai dengan lapangan kerja baru untuk mengimbangi pertambahan tenaga kerja.



Komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur pada tahun 2010 menunjukkan bahwa kelompok umur dengan jumlah penduduk terbesar adalah 25-29 tahun (10,61%) dan kelompok umur 30-34 tahun (10,03%) sedangkan kelompok umur dengan jumlah penduduk terkecil adalah kelompok umur 70-74 tahun, yaitu sebesar 0,70%.

Copyright © 2011
Situs Resmi Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Dilindungi oleh Undang-undang.
Dikelola oleh Bagian Pengelola Teknologi Informasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Email:info@tangerangselatankota.go.id